Aksi Kamisan: Tempat ‘Menyimpan Dosa Negara’ Agar Generasi Muda Tidak Lupa – Bivitri Susanti Bicara Blak-blakan


Aktivis hukum dan akademisi Bivitri Susanti kembali menegaskan peran vital Aksi Kamisan sebagai ruang aman (“safe space”) bagi masyarakat khususnya generasi muda untuk menjaga ingatan kolektif tentang berbagai pelanggaran HAM yang belum pernah diselesaikan negara.

Dalam kutipan wawancara di kanal YouTube Gerpol TV, Bivitri menuturkan bahwa sejak lama ia adalah “fans berat Aksi Kamisan” karena atmosfernya yang inklusif. Menurutnya, Aksi Kamisan bukan hanya aksi diam para korban dan keluarga korban, tetapi juga tempat bagi siapa pun untuk hadir, sekadar nongkrong, bersolidaritas, atau belajar sejarah kelam negeri ini.

“Banyak generasi muda datang ke sana, dan itu penting. Karena dari sini mereka mudah-mudahan enggak lupa,” ungkap Bivitri.

Ia menyoroti fakta bahwa hingga kini Indonesia masih belum pernah benar-benar menghadirkan pengadilan HAM yang tuntas atas berbagai tragedi masa lalu. Namun, bagi Bivitri, ketika negara tidak mampu menghadirkan keadilan formal, maka ingatan publik terutama generasi mudaharus tetap dirawat.

“Ada dosa-dosa yang enggak pernah diselesaikan. Kegelisahan itu harus tetap terpelihara, akal sehatnya juga terpelihara,” katanya.

Bivitri juga menekankan pentingnya keberlanjutan gerakan sipil. Ia berharap ruang seperti Aksi Kamisan akan melahirkan regenerasi aktivis, agar perjuangan penuntasan pelanggaran HAM tidak terputus di tengah jalan.

“Mudah-mudahan ada regenerasi aktivis juga,” tutupnya.

Aksi Kamisan yang sudah berlangsung lebih dari 17 tahun menjadi simbol bahwa sejarah tidak boleh dibungkam, dan korban tidak boleh dibiarkan sendirian.

Posting Komentar

0 Komentar