Dilansir dari akun Instagram @medan_lambe, Rabu (12/11/2025), ribuan massa dari berbagai aliansi menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di depan kantor Gubernur Sumatera Utara di Jalan Pangeran Diponegoro, Medan, menuntut penutupan PT Toba Pulp Lestari (TPL).
Aksi yang dimulai sekitar pukul 10.30 WIB, Senin (10/11/2025) ini diawali dengan longmarch dari Lapangan Merdeka Medan menuju kantor gubernur. Massa datang sambil bernyanyi dan meneriakkan seruan lantang: “Tutup TPL!”
Berbagai elemen masyarakat turut serta dalam aksi ini mulai dari mahasiswa, pendeta, hingga warga tua dan muda. Mereka membawa spanduk dan poster dengan pesan keras seperti “Hutan Bukan untuk Korporasi” dan “Selamatkan Tanah Adat, Tutup TPL!”
Situasi di depan kantor Gubernur Sumut sempat memanas. Polisi menutup akses Jalan Pangeran Diponegoro dan mengalihkan arus lalu lintas karena massa memenuhi area sekitar kantor gubernur. Petugas berjaga ketat untuk menjaga situasi tetap kondusif.
Namun, di tengah ribuan massa yang menuntut kehadiran pemimpin daerahnya, Gubernur Sumatera Utara justru tidak berada di tempat. Diketahui, sang gubernur sedang berada di Istana Negara, Jakarta, bersama sejumlah ahli waris untuk menghadiri acara penyerahan gelar pahlawan nasional.
Ketiadaan gubernur di lokasi aksi menuai kritik dari sejumlah peserta demonstrasi. Mereka menilai, saat rakyat berteriak menuntut keadilan lingkungan, pemimpinnya malah sibuk menghadiri seremoni kenegaraan.
Hingga berita ini ditulis, aksi masih berlangsung damai namun penuh tekanan moral terhadap pemerintah daerah. Massa menegaskan, mereka akan terus menyuarakan tuntutan hingga pemerintah benar-benar menutup Toba Pulp Lestari yang dinilai telah merusak lingkungan dan merampas ruang hidup masyarakat adat di kawasan Danau Toba.

0 Komentar