![]() |
| (Foto: Kompas TV) |
Kelompok Bongkar Ijazah Jokowi (Bonjowi) kembali menguak tanda tanya besar terkait keberadaan sebenarnya dokumen ijazah Presiden RI ke-7 Joko Widodo. Usai sidang sengketa informasi yang digelar awal pekan ini, Bonjowi menilai terdapat ketidaksinkronan informasi antara aparat kepolisian dan aktivitas terbaru Presiden. Hal itu disampaikan oleh anggota Bonjowi, Lukas Luwarsa, dikutip dari Kompas.com, Senin, (17/11/2025).
Menurut Lukas, pernyataan Polda Metro Jaya sebelumnya menyebutkan bahwa ijazah Jokowi masih berada dalam penyegelan dan diamankan sebagai bagian dari proses penyelidikan. Dokumen tersebut diklaim tidak bisa diakses publik karena menjadi barang bukti. Namun, situasi berubah ketika Presiden Jokowi kedapatan kembali memperlihatkan dokumen ijazahnya kepada kelompok relawan Projo dalam sebuah pertemuan beberapa minggu lalu.
Lukas menilai perbedaan ini menimbulkan sejumlah pertanyaan kritis. “Yang kita tanyakan tadi, bahwa sebenarnya ijazah Jokowi itu ada di mana? Karena di pengantar disebutkan ijazah Jokowi ada di kami, kami segel, karena untuk bukti penyelidikan. Tetapi kita tahu bersama, seminggu atau dua minggu lalu, ijazah itu ditunjukkan Jokowi kepada Projo,” ujarnya.
Bonjowi menegaskan bahwa tujuan mereka bukan untuk menyerang pribadi, melainkan menuntut transparansi negara atas dokumen publik yang seharusnya tidak menimbulkan polemik berkepanjangan. Mereka juga menyebut bahwa sidang sengketa informasi yang berlangsung seharusnya dapat memperjelas mekanisme penyimpanan dokumen tersebut, bukan malah menambah kebingungan.
Hingga kini, pihak kepolisian belum memberikan penjelasan terbaru mengenai inkonsistensi tersebut. Bonjowi menyatakan akan terus mendorong kejelasan dan membuka kemungkinan untuk menempuh jalur hukum lanjutan apabila informasi yang mereka minta tetap tidak diberikan secara transparan.

0 Komentar