Ditanya Mengapa UBK Diam Terkait Gelar Pahlawan Soeharto, Chrisbiantoro : ”Tanya Rektor.”

 


Jakarta — Dalam sesi tanya jawab pada forum kebangsaan di Gedung Joang ’45, yang digagas oleh komunitas intelektual Lingkar Dialektika dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Bung Karno (UBK), muncul pertanyaan dari salah satu peserta mengenai posisi institusi UBK terkait wacana pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto.

Pertanyaan itu dilontarkan bukan tanpa alasan. UBK memiliki sejarah yang berkaitan erat dengan dinamika politik era Orde Baru. Kampus yang didirikan oleh Alm. Rachmawati Soekarnoputri itu pernah menghadapi pembatasan dari rezim Orde Baru, termasuk penolakan terhadap pendirian Yayasan Pendidikan Bung Karno pada masa itu. Hal tersebut dianggap sebagai bagian dari praktik pelarangan ideologi dan peminggiran sejarah yang dilakukan oleh negara melalui kekuasaan politik.

Ketika pertanyaan tersebut ditujukan kepada Chrisbiantoro, dosen Fakultas Hukum UBK sekaligus pemerhati HAM, suasana ruangan sempat hening, menunggu apakah ia akan berbicara panjang lebar atau memberi pernyataan formal. Namun jawabannya justru pendek, lugas, dan sarat makna, “tanyakan rektor”.

Usai memberikan jawaban itu, Chrisbiantoro kemudian menjelaskan secara reflektif bahwa wacana pemberian gelar pahlawan kepada Soeharto bukan hanya isu moral atau akademis, tetapi juga isu yang menyentuh memori institusional dan identitas sejarah UBK.

“Saya sebagai individu, sebagai akademisi, sebagai warga negara, punya pandangan kritis. Tetapi pertanyaan tadi menyangkut sikap lembaga. Dan sikap institusi bukan ditentukan oleh dosen atau individu tertentu. Ada mekanisme formal,” ujarnya.

Meski singkat, jawaban tersebut memantik reaksi beragam di antara peserta. Sebagian menanggapi dengan senyum, sebagian lain tertawa pelan, sementara selebihnya menanggapinya dengan rasa penasaran. Beberapa peserta menilai jawaban itu sebagai bentuk kehati-hatian akademis, sementara sebagian lain melihatnya sebagai gestur politik yang halus namun tegas.

Posting Komentar

0 Komentar