Pernyataan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) soal kenaikan harga ayam dan telur menuai gelombang kritik dari publik. Dalam laporan detikFinance berjudul “Harga Ayam-Telur Naik, Zulhas: Tanda Program MBG Berhasil,” Zulhas menyebut lonjakan harga sebagai bukti keberhasilan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Namun, alih-alih dianggap sebagai kabar baik, pernyataan itu justru membuat banyak orang “tepuk jidat.” Warganet menilai logika yang digunakan Zulhas tidak masuk akal, bahkan dianggap menyesatkan di tengah sulitnya kondisi ekonomi masyarakat.
Unggahan akun X @ARSIPAJA yang membagikan berita tersebut langsung dibanjiri komentar pedas dari netizen:
-
Akun @coklat_chipss menulis, “Berarti tujuan MBG mencekik rakyat?”
-
Akun @gegeegar menyindir, “Di sekolah anaknya bisa makan siang, sampai rumah sekeluarga nggak bisa makan malam. Fakkkk.”
-
Akun @icik___ menulis tajam, “Ibarat orang tua hemat 10 ribu buat makan siang anak, tapi buat sarapan dan makan malam jadi lebih boros 100 ribu karena harga-harga naik. Dongo dongo dongo panggil Zulhas si Dongo.”
-
Akun @koootoshidayo menambahkan, “Seasbun-asbunnya Gufron, asbunnya Zulhas bisa bikin dajjal baper.”
-
Akun @Fr4nst menulis, “Terima kasih 58% atas kebodohan kalian yang memilih karena rasa, bukan logika.”
-
Akun @hastwoashtwo menyoroti kebijakan tersebut, “Setelah bikin ortu pada jadi pengangguran, sekarang MBG makin mencekik rakyat.”
-
Akun @Widyawa64704930 menilai, “Tanda gagalnya pemerintah menjaga stabilitas harga.”
-
Dan akun @toxictoddlerr menutup dengan kritik keras, “Kalau mau jadi pejabat publik itu nggak ada persyaratan buat punya otak ya? Capek banget baca berita sejenis ini tiap hari.”
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) awalnya digagas untuk meningkatkan gizi anak sekolah. Namun, jika efeknya justru membuat harga bahan pokok melonjak, publik mempertanyakan di mana letak “keberhasilan” yang dimaksud pemerintah.
Bagi banyak warganet, pernyataan Zulhas mencerminkan logika terbalik: rakyat makin berat hidupnya, tapi dianggap sebagai indikator kesuksesan kebijakan.

0 Komentar