Jakarta — Kabar duka menyelimuti keluarga Penasihat Khusus Presiden Bidang Politik dan Keamanan, Jenderal TNI (Purn.) Wiranto. Sang istri tercinta, Rugaya Usman, meninggal dunia pada Selasa malam di Bandung, Jawa Barat. Kepergian almarhumah sontak mengundang duka mendalam dari berbagai tokoh nasional.
Jenazah Rugaya Usman disemayamkan di rumah duka di Jalan Palem Kartika, Kompleks Pati AD, Bambu Apus, Jakarta Timur, sebelum diberangkatkan menuju peristirahatan terakhir di Astana Wukir Sirnaraga, Desa Delingan, Karanganyar, Jawa Tengah. Suasana duka tampak menyelimuti keluarga besar Wiranto, yang dikenal sangat dekat dengan almarhumah.
Almarhumah Rugaya Usman dikenang sebagai sosok pendamping setia, yang menemani perjalanan panjang karier Wiranto sejak di kemiliteran, hingga kini menjabat sebagai penasihat khusus presiden. Ia digambarkan sebagai pribadi religius, perhatian pada sesama, dan menjadi figur penting dalam keluarga.
Sejumlah tokoh hadir melayat untuk memberikan penghormatan terakhir. Hadir di lokasi, antara lain, Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurrahman, Bibit Waluyo, mantan Gubernur Jawa Tengah, dan Sukarwo, mantan Gubernur Jawa Timur. Karangan bunga ucapan duka cita juga berdatangan dari berbagai pejabat dan tokoh nasional.
Dalam pernyataannya, Dudung menyampaikan duka mendalam atas kepergian istri Wiranto, seraya memohon doa untuk ketenangan arwah almarhumah. “Kami mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya. Semoga Allah SWT menerima segala amal ibadah beliau, dan keluarga diberikan kekuatan serta ketabahan,” ujar Wiranto dengan suara bergetar.
Almarhumah meninggalkan tiga anak dan sembilan cucu, yang selama ini menjadi pusat perhatian dan kasih sayangnya. Kepergian Rugaya Usman bukan hanya menjadi duka keluarga, namun juga meninggalkan jejak mendalam bagi mereka yang mengenalnya sebagai pribadi lembut, bersahaja, dan penuh ketulusan.
0 Komentar