Ledakan di SMA 72 Jakarta Lukai Puluhan Siswa, Polisi Lakukan Penyelikan


Jakarta - Ledakan terjadi di kawasan masjid SMA Negeri 72 Jakarta, Kelapa Gading, pada Jumat (7/11/2025) siang saat salat Jumat berlangsung. Insiden tersebut mengakibatkan puluhan siswa dan guru mengalami luka-luka akibat ledakan yang diduga berasal dari bom rakitan.

Seluruh korban telah dievakuasi ke sejumlah rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan, sementara pihak kepolisian tengah melakukan penyelidikan terhadap sumber ledakan dan dugaan keterlibatan salah satu siswa.

Para korban segera dilarikan ke beberapa rumah sakit terdekat, di antaranya RS Islam Cempaka Putih, RS Mitra Keluarga Kelapa Gading, dan RSUD Koja. Hingga Sabtu pagi, sebagian korban sudah diperbolehkan pulang, sementara beberapa lainnya masih menjalani perawatan intensif.

Pihak sekolah dan Dinas Pendidikan DKI Jakarta memberikan pendampingan medis dan psikologis bagi siswa yang terdampak.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa total korban akibat ledakan di SMAN 72 mencapai 96 orang saat pascakejadian. Dari jumlah tersebut, sebanyak 29 korban masih harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

"Secara umum, para siswa korban yang dijenguk oleh Kapolri dalam kondisi membaik dan "masih semangat untuk sekolah," kata Jenderal Sigit.

Polisi kini tengah memeriksa sejumlah saksi, termasuk guru, petugas keamanan, dan teman-teman sekelas pelaku. Dugaan sementara, pelaku mengalami tekanan sosial di lingkungan sekolah, namun penyidik belum menyimpulkan motif pasti di balik peristiwa ini. Pihak kepolisian juga melakukan analisis forensik terhadap bahan peledak yang ditemukan di lokasi untuk memastikan jenis dan asalnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan terduga pelaku menjalani perawatan. Terduga pelaku disebut juga menjalani operasi di bagian kepala dan Budi juga mengatakan Ada rangkaian yang dilakukan pihak kepolisian, dari sterilisasi, darie pemeriksaan olah TKP, barbuk, patut diduga sehingga melakukan penggeledahan ke salah satu rumah yang diduga merupakan pelaku ungkapnya saat diwawancarai

"Luka pasti di bagian kepala dan ada luka goresan. Iya menjalani operasi, pada bagian kepala ya," kata Budi kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (8/11/2025).

Selain itu, Dinas Pendidikan DKI Jakarta berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk menyiapkan layanan konseling psikologis jangka panjang guna membantu pemulihan mental para siswa yang terdampak trauma akibat peristiwa ini.

Beberapa orang tua siswa yang datang ke rumah sakit menyampaikan harapan agar pihak sekolah dan aparat keamanan dapat memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali dan memberikan perlindungan lebih optimal bagi anak-anak mereka saat berada di lingkungan sekolah.

Kapolri juga menegaskan bahwa proses hukum akan dilanjutkan dengan memeriksa secara mendalam kondisi psikologis pelaku guna memahami faktor yang memicu tindakan tersebut, sekaligus melakukan pendalaman terhadap kemungkinan adanya jaringan atau bantuan dari pihak lain.

Posting Komentar

0 Komentar