Penggerebekan Bandar Narkoba di Kampung Bahari Tanjung Priok


Jakarta – Kampung Bahari di utara Jakarta kembali menjadi perhatian. Kawasan ramai di pesisir Tanjung Priok ini dua kali diserbu oleh aparat dalam sepekan. Pertama terjadi pada Rabu, 5 November 2025, dan kemudian berlanjut pada Jumat, 7 November.

Pada operasi besar pada Jumat, 7 November 2025, polisi berhasil menyita 89,16 kg sabu, sejumlah senjata api, dan berbagai barang berharga yang berasal dari aktivitas ilegal jaringan bandar narkoba di daerah tersebut.

Meskipun 18 anggota kawanan yang diduga terlibat kartel narkoba berhasil ditangkap, pasukan gabungan menghadapi banyak serangan, termasuk lemparan batu dan tembakan petasan, serta ancaman dengan pedang samurai.

"Ketika kita melakukan penindakan di salah satu kosan, masyarakat di circle tersebut melakukan perlawanan, di antaranya mengeluarkan samurai, mengeluarkan semacam kembang api, mercon kepada kita untuk menghalau, paling tidak mengintimidasi kami yang ada di TKP," kata Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN Brigjen Pol Roy Hardi Siahaan di kantor BNNK Jakarta Utara.

Di Kampung Bahari, tim BNN dan Brimob meninjau berbagai tempat yang diduga menjadi pusat narkoba, mulai dari kos-kosan hingga tenda di pinggir rel kereta api. Warga menentang penangkapan.

Sebanyak 18 orang berhasil ditangkap di kos-kosan, dan satu lagi diciduk di dekat rel kereta api, menurut Roy Hardi. Petugas menyia sabu-sabu dan bong, alat isap, hingga sejumlah pil ekstasi dalam beberapa bungkus.

Roy mengatakan pihaknya memang sudah memprediksi bakal ada perlawanan dari kartel narkoba saat melakukan penggerebekan di Kampung Bahari, sehingga sudah disiapkan antisipasi. “Waktu kami ke sana memang sudah berpikir dan menganalisa serta mengantisipasi kalau ada perlawanan, ternyata benar," ujarnya.

Kepala BNN RI Komjen Pol Suyudi Ario Seto mengatakan, penggerebekan itu merupakan bagian dari operasi terpadu untuk memutus rantai peredaran narkoba di wilayah rawan. “Saya sangat bangga, ini telah membuktikan kerja sama luar biasa. Dengan kerja yang optimal kami mendapatkan barang bukti yang luar biasa,” ujar Komjen Pol.

Dalam pernyataannya di Jakarta, seperti dikutip Antara pada hari Sabtu, 11 Agustus 2025. Suyudi berterima kasih atas kerja sama yang kuat antara BNN dan Polri dalam melakukan operasi besar-besaran yang dia pimpin langsung dan didukung oleh 700 anggota gabungan dari BNN, Polda Metro Jaya, Satuan Brimob, dan Polres Jakarta Utara.

Posting Komentar

0 Komentar