Jakarta - Dua pelaku penembakan yang menewaskan seorang petugas hansip (pertahanan sipil) bernama Atim Suhara (42/53) di Cakung, Jakarta Timur, telah ditangkap oleh polisi dalam kurun waktu 24 jam setelah kejadian. Peristiwa tragis ini terjadi pada Sabtu, 8 November 2025, dini hari, sekitar pukul 03.30 WIB di Jalan Pelajar, Kampung Baru, Cakung.
Aksi Curanmor: Korban bersama dua rekannya sedang berpatroli (ronda) dan memantau melalui CCTV lingkungan yang memang telah terpasang di setiap gang. Mereka memergoki para pelaku sedang mencoba mencuri sepeda motor. “Pak Atim orangnya baik dan selalu aktif ronda tiap malam. Kami kehilangan sosok yang peduli dengan keamanan lingkungan,” ujar Heri (48), warga setempat.
Duel dan Penembakan: Korban dan rekannya dengan sigap mendatangi para pelaku dan sempat terjadi perkelahian. Dalam kondisi panik, salah satu pelaku melepaskan tembakan yang mengenai korban hingga tewas di lokasi kejadian.
Penangkapan Pelaku: Polisi dari Tim Jaga Jakarta Ditreskrimum Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Timur bergerak cepat. Dua pelaku berhasil dibekuk di lokasi terpisah: Pelaku berinisial PS ditangkap di Cipayung, Jakarta Timur. Pelaku berinisial R (alias Roma) ditangkap di Pelabuhan Bakauheni, Lampung, saat hendak melarikan diri.
Barang Bukti dan Pengakuan: Dari penangkapan tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa senjata api rakitan, kunci T, sepeda motor, dan pakaian yang digunakan saat kejadian. Pelaku R mengaku baru pertama kali menggunakan senjata api untuk menembak dan melakukannya karena khilaf.
Motif dan Latar Belakang: Polisi mengungkapkan bahwa kedua pelaku merupakan residivis kasus pencurian kendaraan bermotor. Motif di balik kejahatan ini adalah untuk mendapatkan uang yang rencananya akan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk membayar pinjaman online (pinjol).
Proses Hukum: Kedua pelaku kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan terancam hukuman berat, termasuk kemungkinan pidana mati. Polisi juga masih mengusut sindikat jaringan pelaku lainnya serta asal usul senjata api yang digunakan. “Kami berharap pelaku dihukum seberat-beratnya. Keamanan lingkungan kami sempat bikin tenang, tapi sekarang jadi takut,” tambah Siti (36), tetangga korban.
Keluarga korban, Atim Suhara, mendapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk Menteri Sosial Saifullah Yusuf yang melayat dan berjanji akan memberikan santunan serta bantuan pemberdayaan bagi keluarga yang ditinggalkan.
0 Komentar