Polisi Buka Suara! Klarifikasi Kabar Pelaku Pembakaran Rumah Hakim PN Medan Ditangkap

Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak (Foto: Detik.com)

Informasi liar kembali beredar di publik. Kali ini kabar tersebut menyebut bahwa pelaku pembakaran rumah Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Khamozaro Waruwu, telah ditangkap oleh pihak kepolisian. Menanggapi isu tersebut, Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak akhirnya buka suara dan memberikan klarifikasi tegas.

Kombes Calvijn menyatakan bahwa pihaknya tidak membenarkan kabar tersebut, sekaligus tidak membantahnya secara langsung. Ia memastikan perkembangan kasus akan dipaparkan dalam konferensi pers yang dijadwalkan pada sore hari. Mantan Dirresnarkoba Polda Sumut itu menyebutkan bahwa ia akan merilis kasus lain terlebih dahulu, yakni pembunuhan seorang mahasiswa.

Dilansir dari detik.com, Calvijn mengatakan bahwa ia sore ini akan merilis kasus pembunuhan Bonio Gajah (18), mahasiswa yang ditemukan tewas di Dusun IV, Desa Marindal II, Kecamatan Patumbak. “Nanti kita rilis kasus pembunuhan, nanti kita sampaikan (soal kasus kebakaran),” ujarnya di Polda Sumut, Selasa (18/11/2025). Di publik, muncul informasi yang menyebut lebih dari satu pelaku telah diamankan, bahkan salah satunya disebut memiliki hubungan dekat dengan Khamozaro.

Diketahui, peristiwa kebakaran di kediaman Hakim Khamozaro terjadi pada Selasa (4/11) sekitar pukul 11.18 WIB, di Komplek Taman Harapan Indah, Tanjung Sari, Kota Medan. Bagian rumah yang terbakar berada di kamar pribadi hakim tersebut. Hingga 12 November 2025, setidaknya 43 saksi telah diperiksa oleh kepolisian. Kombes Calvijn memastikan penyidik telah mendapatkan sejumlah temuan baru. “Makin ke sini, sudah ada fakta-fakta baru, dan nanti tepat waktunya akan saya sampaikan,” katanya.

Untuk memperkuat penyidikan, polisi juga telah menyita sejumlah rekaman CCTV, baik dari dalam area komplek maupun dari luar komplek. Rekaman tersebut kini dianalisis untuk mengungkap rangkaian kejadian sebelum hingga sesudah kebakaran terjadi. Meski begitu, pihak kepolisian meminta publik menunggu pernyataan resmi dan tidak berspekulasi atas informasi yang belum terverifikasi.

Konferensi pers sore ini menjadi momen yang ditunggu, terutama karena publik ingin mengetahui apakah benar ada pelaku yang sudah ditangkap atau kabar itu sekadar rumor yang beredar tanpa dasar.

Posting Komentar

0 Komentar