Gerpol TV kembali menyorot kegaduhan nasional soal pemberian gelar pahlawan kepada Soeharto. Dalam sebuah cuplikan video, Virdian Aurellio menyampaikan kritik keras yang ia sebut sebagai “tanda matinya reformasi”.Menurut Virdian, momentum pemberian gelar tersebut justru menjadi alarm keras bahwa cita-cita reformasi yang diperjuangkan sejak 1998 semakin menjauh dari relnya.
“Hari ini adalah memperingati matinya reformasi karena Soeharto diberikan gelar pahlawan. Penjahatnya dikasih gelar pahlawan,” ujarnya tajam dalam video tersebut.
Virdian menilai kondisi penuntasan pelanggaran HAM makin sulit dilakukan ketika rezim saat ini, menurutnya, masih dihuni oleh figur-figur yang dekat dengan budaya politik orde lama.
“Agak sulit ya berharap pelanggar HAM tuntas di kala rezimnya adalah orang-orang yang lahir di era Orba, kroni-kroninya Orba, penjilat-penjilatnya Orba, atau mungkin aktor terduga pelanggar HAM. Sulit. Sulit,” lanjutnya.
Pernyataan itu memantik diskusi publik tentang apakah keputusan pemberian gelar pahlawan pada figur kontroversial justru mengaburkan sejarah dan memperlemah agenda reformasi yang diharapkan membawa transparansi, demokrasi, dan penegakan HAM.
Di tengah perdebatan tersebut, suara kritis seperti Virdian menjadi pengingat bahwa luka masa lalu belum benar-benar sembuh, dan keadilan belum sepenuhnya ditegakkan.
0 Komentar