Serapan Anggaran Jeblok, DPR Panggil Menteri PU

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo dan jajaran dipanggil DPR (Foto: detik.com)

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memanggil Menteri Pekerjaan Umum (PU) dalam Rapat Kerja (Raker) di Kompleks Parlemen, Senin (17/11/2025), untuk meminta penjelasan terkait rendahnya serapan anggaran kementerian tersebut. Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, menyebut realisasi anggaran Kementerian PU masih jauh dari target, dengan capaian baru 56,53% dari total pagu Rp 109,81 triliun.

Padahal, target realisasi yang ditetapkan pada awal tahun mencapai 89,03%. Lasarus menegaskan bahwa DPR memiliki tanggung jawab untuk mengawasi jalannya anggaran negara, apalagi Kementerian PU adalah salah satu kementerian strategis yang menopang pembangunan nasional. “Kami ingin mendengar langsung penyebab rendahnya realisasi ini dan langkah konkret yang akan ditempuh agar tidak berdampak pada proyek-proyek penting,” ujar Lasarus, dikutip dari detik.com.

Menteri PU Dody Hanggodo diminta menjelaskan secara rinci mengapa realisasi anggaran maupun progres fisik berbagai proyek infrastrukturnya masih di bawah ekspektasi. DPR menegaskan bahwa keterlambatan tidak boleh terus berlarut karena dapat menghambat program pembangunan yang sudah direncanakan pemerintah.

Inpres Infrastruktur Banyak Mandek di Pengadaan

Dalam rapat itu, Komisi V juga menyoroti sejumlah proyek strategis yang berjalan lambat. Lasarus mengungkapkan bahwa beberapa proyek yang berasal dari Instruksi Presiden (Inpres) masih berada pada tahap pengadaan, sehingga progres fisiknya sangat minim.

Salah satunya ialah Inpres Nomor 2 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi untuk mendukung swasembada pangan. Hingga kini, progres proyek tersebut baru mencapai 29,33%. Kondisi serupa terjadi pada Inpres Nomor 11 Tahun 2025 tentang peningkatan konektivitas jalan daerah, yang progres fisiknya baru 15,78%.

“Ini perlu evaluasi serius. Banyak kegiatan strategis yang justru tertahan di proses pengadaan. Kalau dibiarkan, dampaknya bisa mengganggu stabilitas pembangunan nasional,” tegas Lasarus.

Menkeu: Anggaran Bisa Dicabut Jika Tak Ada Perkembangan

Rendahnya serapan anggaran Kementerian PU juga mendapat perhatian khusus dari Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. Menkeu memasukkan Kementerian PU dalam daftar kementerian/lembaga dengan serapan anggaran terendah sepanjang 2025.

Hingga Oktober saja, serapan anggaran PU baru 52%. Purbaya bahkan memberikan peringatan keras bahwa anggaran bisa ditarik bila tidak ada percepatan signifikan. “Akhir Oktober saya akan lihat lagi, kalau nggak ada yang maju ya saya ambil lagi duitnya,” kata Purbaya usai rapat dengan Menteri PU.

Meski memberi peringatan tegas, Purbaya menyatakan cukup puas dengan pemaparan Dody mengenai rencana tindak lanjut penyerapan anggaran ke depan. Ia optimistis dengan deretan proyek yang akan segera dikerjakan, angka serapan bisa meningkat mendekati proyeksi 94%.

DPR menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawasi perkembangan realisasi anggaran Kementerian PU hingga akhir tahun. Mereka meminta agar kementerian bergerak cepat agar pembangunan nasional tidak terganggu akibat lambatnya serapan anggaran.

Posting Komentar

0 Komentar