![]() |
| (Foto: DPR-RI) |
Situasi darurat tengah melanda berbagai wilayah Indonesia. Anggota DPR RI dari Dapil Aceh, M. Nasir Djamil, mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera menetapkan status bencana nasional atas banjir besar yang menghantam banyak provinsi sekaligus. Menurutnya, langkah cepat ini sangat dinantikan oleh masyarakat yang kini berada dalam kondisi semakin parah dan mengkhawatirkan.
Dilansir dari
Detik.com, Nasir menjelaskan bahwa banjir di Aceh, Sumatera Utara, hingga
sejumlah daerah lain telah memutus akses darat, membuat ribuan warga terjebak,
dan menghambat penyaluran bantuan. Gambar serta video yang beredar di media
sosial memperlihatkan situasi memilukan: rumah-rumah terendam, warga mengungsi
tanpa kepastian, dan infrastruktur umum lumpuh.
“Banjir besar ini
sudah menelan korban jiwa, memicu penyakit kulit, memadamkan listrik di banyak
wilayah, dan menyebabkan kerugian material maupun immaterial yang tidak
sedikit. Di Aceh sendiri, banjir akhir tahun ini menghancurkan barang-barang
elektronik dan kendaraan warga,” ujar Nasir dalam rilis kepada Parlementaria di
Jakarta, dikutip dari Detik.com, Kamis (27/11/2025).
Ia menegaskan,
penanganan tidak dapat maksimal selama pemerintah pusat belum menetapkan status
bencana nasional. Putusnya jalur darat di berbagai daerah juga memicu
kelangkaan kebutuhan pokok, membuat warga—terutama pengungsi—semakin kesulitan
memperoleh makanan, obat-obatan, dan layanan kesehatan.
Nasir memaparkan bahwa
kondisi banjir kali ini telah memenuhi indikator bencana nasional sesuai aturan
yang berlaku. Berdasarkan UU No. 24 Tahun 2007, PP No. 21 Tahun 2008, serta Perpres
No. 17 Tahun 2018, bencana dapat ditetapkan sebagai bencana nasional apabila
terdapat banyak korban, kerusakan luas lintas daerah, terganggunya pelayanan
publik, hingga melemahnya kemampuan pemerintah daerah menangani bencana.
Melihat banjir yang
kini melanda sejumlah daerah secara bersamaan, Nasir menilai unsur-unsur
tersebut telah terpenuhi. Ia menegaskan bahwa keselamatan rakyat harus menjadi
prioritas utama pemerintah pusat dalam situasi seperti ini.
“Jika tidak segera
ditetapkan sebagai bencana nasional, saya khawatir korban akan terus bertambah.
Dengan kerendahan hati, saya meminta dan mendorong Presiden Prabowo Subianto
untuk segera mengambil keputusan. Negara harus hadir, membantu dengan skala yang
lebih besar, dan mengoordinasikan penanganan secara menyeluruh,” pungkas
Politisi Fraksi PKS itu.

0 Komentar