Virdian: "Belum Lahir Zaman Orba Bukan Artinya Diam untuk Tolak Soeharto!”

 


Jakarta — Suasana Gedung Joang ‘45 mendadak memanas ketika Virdian Aurellio, salah satu pembicara muda dalam Talkshow Kebangsaan bertema “Mereformasi Mekanisme Gelar Pahlawan Nasional: Dari Kepentingan Politik ke Integritas Sejarah” menyerukan agar generasi muda tidak diam terhadap pemberian gelar pahlawan kepada Soeharto.

Acara yang diinisiasi oleh Lingkar Dialektika, komunitas diskusi yang dihuni mahasiswa FISIP Universitas Bung Karno (UBK), dianggap menjadi ruang terbuka bagi publik untuk menguji ulang narasi sejarah dan legitimasi penilaian terhadap figur-figur yang diajukan sebagai Pahlawan Nasional.

Dalam forum tersebut, Virdian membantah anggapan bahwa anak muda tidak berhak bersuara karena ‘tidak mengalami langsung era Orde Baru’. “Argumen itu usang. Kita mungkin tidak lahir di masa itu, tapi kita hidup dari konsekuensi sejarahnya. Maka kita berhak bereaksi kritis, berhak bersuara keras, dan berhak melawan normalisasi kekuasaan yang membawa luka,” tegasnya.

Menurut Virdian, diamnya generasi muda hari ini akan menjadi legitimasi moral bagi pengaburan sejarah di masa depan. “Jika generasi sebelum kita membiarkan kekuasaan berjalan tanpa kritik, maka generasi kita punya tugas untuk melanjutkan perlawanan intelektual. Diam itu nyaman, tapi tidak semua hal yang nyaman itu benar,” lanjutnya.

Pernyataan Virdian disambut tepuk tangan panjang peserta diskusi yang didominasi mahasiswa. “Hari ini kita bukan hanya bicara gelar. Kita bicara masa depan narasi bangsa. Kalau anak muda diam, maka sejarah akan ditulis oleh mereka yang punya kuasa, bukan oleh mereka yang punya kebenaran,” tutup Eks Ketua BEM Unpad 2022 itu.


Posting Komentar

0 Komentar