Jakarta — Dalam Talkshow Kebangsaan di Gedung Joang ‘45,
Jakarta, Virdian Aurellio menyampaikan pernyataan tegas bahwa menjadikan
Soeharto sebagai Pahlawan Nasional merupakan bentuk pengkhianatan terhadap
keadilan dan memori kolektif bangsa.
Acara yang digelar oleh komunitas Lingkar Dialektika ini
menghadirkan diskusi kritis mengenai mekanisme gelar pahlawan, dan bagaimana
prosedur tersebut seringkali bersinggungan dengan kepentingan politik.
Viridan mengajak publik untuk tidak melupakan konteks sejarah
rezim Orde Baru, mulai dari pelanggaran HAM, pembungkaman oposisi, pembatasan
demokrasi, hingga praktik korupsi yang terstruktur dan sistematis.
“Memberikan gelar pahlawan kepada figur yang lahir dari
bayang-bayang kekerasan negara bukan hanya salah, itu penghinaan bagi korban
dan keluarga korban. Itu mengajarkan bangsa bahwa kekuasaan bisa menghapus dosa,”
katanya lantang.
Menurutnya, narasi rehabilitasi Orde Baru kini bergerak halus
melalui jalur politik simbolik, salah satunya melalui permohonan gelar negara. “Keadilan
bukan hanya soal hukum, tapi juga soal ingatan. Jika pelaku pelanggaran HAM
diberi gelar kehormatan negara, maka itu bukan rekonsiliasi, itu pembenaran,”
lanjutnya.
“Jangan jadikan label pahlawan
sebagai kosmetik moral untuk mempercantik sejarah yang berdarah,” tutupnya.
0 Komentar