Nama Yasika Aulia Ramadhani—putri sulung Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Yasir Machmud—kembali mencuri sorotan publik setelah meresmikan 10 dapur baru Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bone. Ekspansi ini membuat total 41 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kini berada di bawah naungan Yayasan Yasika Group, lembaga sosial-keagamaan yang dipimpin Yasika dan dikelola oleh keluarga Machmud.
Tambah 10 Dapur Baru di Bone
Dikutip dari editornews.pikiran-rakyat.com, peresmian dapur baru itu berlangsung pada 14 November 2025 di Jalan Merdeka, Kelurahan Manurunge, Kecamatan Tanete Riattang. Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting, seperti Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi, Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi, serta beberapa anggota DPRD dan pejabat daerah.
Dengan tambahan fasilitas tersebut, jaringan dapur SPPG milik Yasika Group kini tersebar di beberapa daerah:
- 16 dapur di Makassar
- 3 dapur di Parepare
- 2 dapur di Gowa
- 10 dapur baru di Bone
Total 41 dapur ini menjadikan Yasika Group sebagai operator MBG terbesar di Sulawesi Selatan.
Klaim Pemberdayaan Ekonomi dan Penyaluran 60 Ribu Porsi
Dalam pemaparannya, Yasika mengatakan program MBG tidak hanya fokus pada penyediaan makanan bergizi, tetapi juga membuka peluang ekonomi lokal. Ia mengklaim, sejak berjalan pada Januari 2025, program ini telah:
- Menyerap sekitar 850 tenaga kerja,
- Menyalurkan lebih dari 60.000 porsi makanan kepada penerima manfaat,
- Menggunakan pasokan bahan makanan dari petani dan peternak lokal.
Menurut Yasika, MBG merupakan komitmen yayasannya untuk mempercepat distribusi gizi bagi masyarakat rentan di Sulsel.
Isu Konflik Kepentingan Mencuat
Meski menuai apresiasi, langkah ekspansif ini tak lepas dari kritik. Sejumlah pengamat dan warganet menyoroti potensi konflik kepentingan, mengingat Yasika adalah anak pejabat legislatif sekaligus pengelola program sosial berskala provinsi yang bersinggungan dengan jaringan pemerintahan.
Pertanyaan pun muncul mengenai transparansi pendanaan, mekanisme penunjukan operator, hingga kemungkinan penggunaan program gizi tersebut sebagai sarana penguatan citra politik keluarga.
Pemprov Sulsel Tetap Beri Apresiasi
Di sisi lain, Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi menyampaikan dukungannya terhadap peran Yasika Group. Ia menyebut bahwa keberadaan dapur SPPG tidak hanya memberikan akses gizi yang lebih luas, tetapi juga menciptakan efek berantai berupa peningkatan ekonomi dan pembukaan lapangan kerja.
Meski begitu, hingga kini belum ada respons resmi dari Yasika Group maupun DPRD Sulsel terkait kritik publik yang mempertanyakan independensi dan tata kelola program tersebut.

0 Komentar