Jakarta – Di tengah darurat banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatra, dua pengusaha garmen disebut siap menyumbangkan 125 ribu pakaian baru hasil reject ekspor untuk para korban bencana. Namun, bantuan itu masih tertahan di gudang, menunggu lampu hijau dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri Perdagangan Budi Santoso.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengungkapkan, kedua pengusaha tersebut merupakan kenalannya yang menawarkan bantuan secara langsung ke Kementerian Dalam Negeri. Menurut Tito, pakaian tersebut seharusnya diekspor ke luar negeri, namun ditolak hanya karena tidak memenuhi standar teknis negara tujuan.
“Ini bukan pakaian bekas, tapi barang baru. Hanya reject ekspor karena standar luar negeri sangat ketat. Daripada numpuk di gudang dan rusak, lebih baik dipakai untuk korban bencana,” ujar Tito, Selasa (16/12).
Bantuan Besar, Tapi Harus Lolos Administrasi
Tito menjelaskan, meski secara regulasi diperbolehkan, penyaluran pakaian tersebut tetap harus mendapat persetujuan Kementerian Keuangan, Kementerian Perdagangan, dan Bea Cukai. Ia telah meminta Sekretaris Jenderal Kemendagri untuk segera menggelar rapat lintas kementerian agar proses distribusi tidak berlarut.
“Undang-undang memungkinkan barang seperti ini digunakan untuk penanganan bencana. Tapi prosedur tetap harus dijalankan,” tegasnya.
Dari total 125 ribu pakaian, 100 ribu berasal dari satu pengusaha dan 25 ribu dari pengusaha lainnya. Bantuan tersebut direncanakan dikirim ke wilayah terdampak parah seperti Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara, khususnya ke lokasi-lokasi pengungsian.
Korban Bencana Kekurangan Pakaian
Tito menekankan, pakaian menjadi kebutuhan mendesak bagi para korban. Ia mengaku telah turun langsung ke lapangan dan melihat banyak warga mengungsi hanya dengan pakaian yang melekat di badan.
“Mereka lari menyelamatkan diri, enggak sempat bawa apa-apa. Ada yang berhari-hari tidak ganti baju. Ini soal kemanusiaan,” ucap Tito.
Prabowo Sudah Kucurkan Dana Awal
Di sisi lain, Tito mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah lebih dulu menyalurkan bantuan tunai sebesar Rp4 miliar untuk masing-masing pemerintah daerah yang terdampak bencana di Sumatra.
Kini, publik menanti keputusan cepat pemerintah pusat. 125 ribu baju siap pakai sudah menunggu—apakah birokrasi bisa bergerak secepat kebutuhan para korban?

0 Komentar