Alarm Kapolri Jelang Nataru: Ancaman Cuaca Ekstrem Mengintai


Jakarta — Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membunyikan peringatan keras soal potensi cuaca ekstrem yang dapat mengancam keselamatan masyarakat. Berdasarkan prakiraan BMKG, sejumlah wilayah diprediksi akan dilanda curah hujan tinggi hingga sangat tinggi, dengan Jawa Tengah menjadi salah satu daerah rawan.

Dalam peninjauan langsung di Stasiun Tawang, Semarang, Kapolri menegaskan bahwa pengamanan Nataru tidak boleh semata soal kelancaran liburan, tetapi juga kesiapan menghadapi bencana yang bisa datang sewaktu-waktu.

“Kita harus benar-benar waspada. Curah hujan tinggi ini berpotensi menimbulkan banjir, longsor, dan gangguan jalur transportasi. Kesiapsiagaan penanganan bencana harus dipastikan sejak awal,” tegas Kapolri.

Tak Cukup Jaga Arus Mudik, Aparat Diminta Siaga Bencana

Kapolri menekankan pentingnya Satgas Gabungan Penanganan Bencana yang solid, mulai dari kesiapan personel, kelengkapan sarana-prasarana, hingga kejelasan pola bertindak di lapangan. Seluruh jajaran diminta memetakan titik-titik rawan bencana yang setiap tahun berulang dan berpotensi mengganggu mobilitas masyarakat.

Menurut Listyo, pelayanan Nataru tidak boleh terjebak pada rutinitas tahunan, tetapi harus adaptif terhadap ancaman nyata di lapangan.
“Kita tidak hanya bicara pelayanan libur Nataru, tapi juga pelayanan tanggap bencana. Negara harus hadir ketika masyarakat menghadapi situasi darurat,” ujarnya.

Evakuasi, Jalur Alternatif, dan Pengungsian Harus Siap

Lebih jauh, Kapolri meminta agar seluruh skenario terburuk dipersiapkan. Mulai dari rekayasa lalu lintas, jalur alternatif jika akses utama terputus, hingga kesiapan evakuasi dan lokasi pengungsian bagi warga terdampak.

“Kalau terjadi bencana, peralatan SAR harus siap. Evakuasi ke mana, pengungsian di mana, itu semua tidak boleh dadakan,” kata Listyo.
Ia menegaskan bahwa kegagalan mitigasi bukan sekadar persoalan teknis, melainkan menyangkut nyawa dan keselamatan rakyat.

Pesan Tegas: Jangan Tunggu Bencana Baru Bergerak

Di tengah ancaman hujan lebat, banjir, dan longsor, Kapolri menitipkan pesan agar seluruh unsur aparat dan pemerintah daerah menjaga soliditas dan sinergi. Ia mengingatkan bahwa kehadiran negara di masa krisis adalah ukuran kepercayaan publik.

“Rekan-rekan mewakili negara. Jangan tunggu bencana datang baru bergerak. Kita harus hadir lebih dulu,” pungkasnya.

Posting Komentar

0 Komentar