Baut Jembatan Bencana Dicuri, Mualem Murka


Jakarta — Dugaan pencurian baut jembatan bailey di tengah masa tanggap darurat bencana Aceh memantik kemarahan Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem. Ia menyebut tindakan tersebut sebagai perbuatan tidak berperikemanusiaan dan mengkhianati penderitaan rakyat.

“Keadaan seperti ini masih juga cari kesempatan jual besi tua. Itu namanya kurang ajar,” tegas Mualem kepada wartawan di Banda Aceh, Selasa (30/12).

Jembatan bailey di Teupin Mane, Kabupaten Bireuen, merupakan infrastruktur vital pascabencana yang berfungsi menghubungkan jalur distribusi logistik dan kebutuhan pokok masyarakat. Mualem menegaskan, tindakan mempreteli baut jembatan bukan sekadar pencurian, melainkan ancaman serius terhadap keselamatan publik.

“Kalau jembatan ambruk, bagaimana suplai sembako? Ini menyangkut hidup orang banyak,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak juga meluapkan kemarahan atas insiden tersebut. Ia menyebut pencabutan baut jembatan sebagai bentuk sabotase di tengah upaya negara dan TNI membantu masyarakat yang tertimpa bencana.
“Dalam kondisi bencana masih ada yang berusaha mensabotase. Baut-baut jembatan dibongkar,” kata Maruli.

Pihak TNI AD memastikan baut yang hilang telah dipasang kembali dan jembatan kini berfungsi normal. Namun, insiden ini menjadi alarm keras bahwa solidaritas kemanusiaan masih terciderai oleh tindakan segelintir pihak yang memanfaatkan bencana demi keuntungan pribadi.

Pemerintah daerah dan aparat keamanan diharapkan segera mengusut pelaku dan memastikan perlindungan maksimal terhadap infrastruktur darurat, agar upaya pemulihan Aceh tidak kembali dirusak oleh ketamakan.

Posting Komentar

0 Komentar