Disentil Luhut soal “Ijazah”, UGM Balik Menyerang: Ribuan Riset, Bawang Putih Jadi Bukti


Yogyakarta – Universitas Gadjah Mada (UGM) akhirnya buka suara merespons sentilan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan yang meminta kampus tersebut tak hanya berkutat pada polemik ijazah, tetapi ikut serius meningkatkan produktivitas bawang putih nasional. UGM menegaskan, riset bawang putih justru sudah lama dan masif dilakukan.

Juru Bicara UGM I Made Andi Arsana menyatakan bahwa kampus kerakyatan itu telah dan tengah mengembangkan berbagai penelitian bawang putih, mulai dari bibit unggul, produktivitas, hingga ketahanan terhadap perubahan iklim.

“Dapat disimpulkan dengan cukup kuat bahwa UGM sudah dan sedang melakukan berbagai penelitian terkait bawang putih, termasuk adaptasi lingkungan dan ketahanan terhadap perubahan iklim, terutama mikroklimat,” ujar Made Andi, Selasa (16/12).

Hampir 3.000 Riset Pertanian, Bawang Putih Masuk Prioritas

UGM membeberkan katalog penelitian periode 2022–2024 yang mencatat 2.985 riset di bidang pertanian, melibatkan lintas fakultas dan pusat studi. Penelitian tersebut mencakup komoditas strategis nasional seperti padi, jagung, kedelai, cabai, hingga bawang putih dan bawang merah.

Beberapa penelitian spesifik bawang putih yang diungkap antara lain:

Optimasi Mikroklimat Teknologi Budidaya Bawang Putih Dataran Rendah

Tanggapan Empat Kultivar Bawang Putih terhadap Naungan

Riset Whole Genome Sequencing (WGS) bawang putih lokal untuk pengembangan varietas unggul dan adaptif iklim


“Fondasi ilmiah dan eksperimentalnya sudah ada dan cukup kuat,” tegas Made Andi.

UGM Klaim Sejalan dengan Tantangan Iklim

UGM menekankan bahwa riset mereka tidak hanya berorientasi pada produktivitas, tetapi juga menjawab tantangan global seperti perubahan iklim. Pendekatan yang digunakan mencakup rekayasa mikroklimat dan pengembangan kultivar lokal yang lebih tahan terhadap kondisi ekstrem.

Penelitian ini dinilai relevan dengan target swasembada bawang putih nasional, yang selama ini masih terganjal ketergantungan impor.

Luhut Dorong Kampus Turun ke Sawah

Sebelumnya, Luhut mendorong perguruan tinggi di Jawa Tengah dan DIY seperti UGM, Undip, dan UNS agar fokus mencari lahan dan varietas bawang putih produktif, terutama di daerah ketinggian di atas 1.000 meter.

“UGM, jangan soal ijazah melulu yang diributin. Bikin studi dong, di mana tempat terbaik tanam bawang putih,” ujar Luhut dalam Solo Investment Festival, Jumat (12/12).

Luhut bahkan mengklaim telah melakukan riset mandiri berbasis genome sequencing di kawasan Danau Toba dan menyebut hasilnya menjanjikan.

Impor Rp12,8 Triliun Jadi Alarm

Isu bawang putih menjadi krusial lantaran nilai impor komoditas ini disebut mencapai US$770 juta atau sekitar Rp12,8 triliun. Pemerintah berharap riset perguruan tinggi mampu menjadi kunci menekan impor dan memperkuat kedaulatan pangan.

Dengan paparan data tersebut, UGM menegaskan satu pesan: riset bawang putih bukan baru dimulai, dan kampus sudah lama berada di garis depan—jauh sebelum sentilan dilontarkan.

Posting Komentar

0 Komentar