Guntur Romli: Teror adalah Tindakan Pengecut dan Upaya Pengalihan Isu


Politikus PDI Perjuangan, Guntur Romli, menyampaikan sikap tegas terkait aksi teror yang dialami sejumlah pihak, di antaranya Bung Ferdian dan Mbak Sherly. Dalam pernyataannya, Guntur menegaskan bahwa mereka yang menjadi korban teror tidak sendirian dan harus dihadapi secara bersama-sama.

“Yang diteror dengan segala macam cara, mari kita hadapi ini bersama-sama. Kalian tidak akan pernah sendiri,” tegas Guntur.

Ia menyebut bahwa pelaku teror merupakan orang-orang pengecut yang tidak siap menghadapi kritik. Menurutnya, tindakan tersebut mencerminkan sikap norak dari pihak-pihak yang baru memperoleh kekuasaan, namun sudah menunjukkan sifat jumawa, sombong, dan lupa diri.

“Baru berkuasa sudah jumawa, sudah sombong, lupa daratan, tidak bisa berdemokrasi, tidak bisa membuka diri,” ujarnya.

Guntur menekankan bahwa kritik dan masukan seharusnya dipandang sebagai bentuk evaluasi yang berharga untuk memperbaiki kinerja, bukan dianggap sebagai serangan. Sikap anti-kritik, menurutnya, justru menunjukkan lemahnya komitmen terhadap nilai-nilai demokrasi.

Lebih lanjut, Guntur juga menyoroti munculnya wacana Pilkada di tengah situasi bencana yang masih berlangsung. Ia menilai pembahasan Pilkada yang masih jauh, yakni tahun 2031, sebagai sesuatu yang tidak sensitif terhadap kondisi rakyat saat ini.

“Saya curiga ini ada kaitannya untuk mengalihkan isu dari ketidakbecusan menangani bencana. Di tengah bencana, yang dibicarakan justru Pilkada yang masih jauh,” katanya.

Ia menduga, aksi teror yang terjadi juga merupakan bagian dari upaya pengalihan isu atas kegagalan dalam penanganan bencana tersebut.

Di akhir pernyataannya, Guntur Romli menyampaikan dukungan dan semangat kepada rekan-rekan yang mengalami teror. Ia mengajak semua pihak untuk tidak takut dan tidak mundur menghadapi tekanan.

“Jangan takut, jangan mundur. Kita hadapi bersama-sama. Kalian tidak akan pernah sendirian,” tutupnya.

Posting Komentar

0 Komentar