Kritik Dibalas Teror: Bangkai Ayam dan Telur Busuk Jadi Senjata Membungkam Suara Influencer


Dua influencer nasional, DJ Donny dan Sherly Annavita, mengaku menjadi korban teror brutal yang diduga berkaitan langsung dengan pandangan kritis yang mereka sampaikan di ruang publik. Rentetan intimidasi tersebut memicu kekhawatiran serius terhadap kebebasan berekspresi dan iklim demokrasi di Indonesia.

Bentuk teror yang dialami keduanya terbilang ekstrem dan mengarah pada ancaman fisik maupun psikis. Mulai dari pengiriman bangkai ayam, pesan ancaman anonim, hingga rumah yang dilempari telur busuk dan ditempeli tulisan bernada intimidatif.

Melalui unggahan media sosial pada Selasa (30/12), Sherly Annavita mengungkapkan bahwa rumahnya menjadi sasaran pelemparan sekantung telur busuk. Tak hanya itu, dinding rumahnya juga ditempeli pesan ancaman. Sherly mengaku menerima rentetan pesan intimidatif melalui nomor WhatsApp anonim dan akun-akun palsu di media sosial.

Yang lebih mengerikan, salah satu pesan ancaman tersebut disertai gambar kepala babi dengan mata berdarah. Sherly menilai pola teror yang diterimanya bukanlah aksi spontan, melainkan terorganisasi dan sistematis. Ia menduga teror ini berkaitan dengan pandangan yang kerap ia sampaikan, termasuk saat memberikan komentar publik terkait bencana di wilayah Sumatera. Diketahui, Sherly memiliki latar belakang berasal dari Aceh.

Teror serupa juga dialami DJ Donny, influencer yang dikenal aktif mengkritisi kebijakan pemerintah. Putra daerah Aceh tersebut mengungkapkan bahwa rumahnya dikirimi paket berisi bangkai ayam hitam oleh pihak tak dikenal.

Peristiwa itu disampaikan DJ Donny melalui unggahan di akun media sosialnya pada hari yang sama, Selasa (30/12/2025). Paket tersebut dikirim menggunakan kotak plastik dan berisi bangkai ayam hitam serta tiga lembar kertas berisi pesan ancaman.

Dalam salah satu pesan, Donny diminta untuk “menjaga mulut”, terutama dalam aktivitasnya di media sosial. Bahkan, salah satu lembar kertas menampilkan foto dirinya, yang mengindikasikan bahwa pelaku mengetahui identitas dan aktivitas personal korban.

Ancaman itu secara gamblang menyebutkan bahwa jika DJ Donny terus bersuara, ia akan bernasib sama seperti bangkai ayam yang dikirimkan kepadanya. Donny menegaskan bahwa peristiwa tersebut bukan candaan, melainkan bentuk intimidasi serius terhadap kebebasan berekspresi dan perannya sebagai konten kreator.

Menanggapi teror tersebut, DJ Donny meluapkan kemarahannya melalui media sosial. Ia menegaskan tidak akan gentar dan justru mempertanyakan etika berdemokrasi di negeri ini.

“Kalau kritik dibalas dengan teror, lalu di mana ruang aman bagi rakyat untuk bersuara?” tulis Donny.

Kasus teror terhadap DJ Donny dan Sherly Annavita menjadi alarm keras bahwa praktik intimidasi masih digunakan untuk membungkam suara kritis. Publik pun mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus ini agar kebebasan berpendapat tidak berubah menjadi keberanian yang harus dibayar dengan rasa takut.

Posting Komentar

0 Komentar