Miartiko Gea Resmi Nahkodai PA GMNI Jakarta Raya


Jakarta – Konferensi Daerah (Konferda) V Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Jakarta Raya resmi menetapkan Miartiko Gea sebagai Ketua DPD PA GMNI Jakarta Raya untuk masa bakti 2025–2030. Penetapan ini menandai babak baru konsolidasi alumni Marhaenis di ibu kota.

Wakil Ketua Umum DPP PA GMNI Ugik Kurniadi menegaskan bahwa Konferda V tidak sekadar menjadi ajang pergantian kepemimpinan, tetapi momentum strategis untuk memperkuat arah gerak organisasi yang berpihak pada pemberdayaan kader dan kepentingan sosial rakyat.

“Ke depan akan ada program pembaruan database anggota PA GMNI Jakarta Raya sebagai bagian dari agenda pemberdayaan organisasi. Data yang kuat akan menentukan arah gerak yang tepat,” ujar Ugik di Jakarta, Sabtu.


Formasi Kepemimpinan Baru PA GMNI Jakarta Raya

Konferda V secara resmi menetapkan susunan pimpinan inti DPD PA GMNI Jakarta Raya:
Ketua: Miartiko Gea
Sekretaris: Lukman Hakim
Bendahara Umum: Firman Tendry

Ketiganya bersama Ario Sanjaya dan Dwi Rio Sambodo mendapat mandat untuk menyusun dan melengkapi struktur kepengurusan periode lima tahun ke depan.


Miartiko: Kaderisasi Tetap Jadi Roh Perjuangan

Dalam pernyataannya, Miartiko Gea menegaskan komitmennya menjaga kepercayaan kader dan alumni GMNI serta memperkuat peran strategis PA GMNI Jakarta Raya di tengah dinamika sosial-politik nasional.

“Kaderisasi adalah roh perjuangan. Hingga hari ini, GMNI aktif telah melaksanakan 78 kali kaderisasi, termasuk 9 Kaderisasi Tingkat Dasar (KTD) dan 2 Kaderisasi Tingkat Menengah (KTM) di Jakarta Raya,” tegas Miartiko.

Ia menilai capaian tersebut menjadi fondasi kuat bagi PA GMNI untuk terus melahirkan kader-kader ideologis yang berorientasi pada perjuangan rakyat.


Pesan Pramono Anung: Nasionalisme Harus Terasa Manfaatnya

Dalam rangkaian kegiatan Konferda V, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung turut menyampaikan pesan ideologis yang kuat. Ia menegaskan bahwa nasionalisme tidak berhenti pada simbol dan romantisme sejarah, melainkan harus hadir dalam kebijakan nyata yang berpihak pada rakyat kecil.

“Nasionalisme dan kemiskinan adalah cita-cita utama perjuangan GMNI sejak awal. Ukuran nasionalisme seorang pemimpin dapat dilihat dari konsistensi antara apa yang diucapkan, dijanjikan, dan dilaksanakan,” ujar Pramono.

Menurutnya, jejak kepemimpinan sejati tercermin dari keberpihakan nyata dan praktik gotong royong dalam kebijakan publik.

Terpilihnya Miartiko Gea dinilai sebagai sinyal kuat bahwa PA GMNI Jakarta Raya siap memainkan peran lebih strategis, bukan hanya sebagai wadah alumni, tetapi sebagai kekuatan moral dan sosial yang konsisten mengawal nilai-nilai nasionalisme, keadilan sosial, dan keberpihakan kepada rakyat.

Posting Komentar

0 Komentar