Pilot Polairud Akui ‘Pengen Nangis’: Desa di Tapteng Terputus Total


Medan — Kisah memilukan kembali muncul dari kawasan bencana di Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara. Pilot helikopter Polairud Polri, AKP W Budianto, mengungkapkan kondisi ekstrem saat mengirim bantuan logistik ke Desa Rampa, Kecamatan Sitahuis, wilayah yang hingga kini terisolasi total setelah banjir bandang dan longsor akhir November lalu.

Hampir sepekan pascabencana, akses darat menuju desa itu tidak ada yang tersisa. Jalan tertutup longsor, sementara sebagian lainnya amblas dan berubah menjadi jurang. Satu-satunya jalan penyelamat warga kini hanya datang dari langit.

“Kami diperbantukan untuk mengirim logistik ke daerah yang tidak bisa ditembus jalur darat,” kata Budianto, Rabu (10/12). Ia mengaku setiap kali melihat kondisi di bawah, perasaannya campur aduk. “Saat melihat situasi di sana, rasanya pengen nangis kalau kita landing di sana,” ujarnya.

Bantuan Dikirim 2–3 Kali Sehari, Bergantung Cuaca

Dalam kondisi cuaca yang tidak menentu dan medan yang ekstrem, tim Polairud masih berusaha menjalankan misi kemanusiaannya.

  • 2–3 kali penerbangan per hari,

  • Mengangkut beras, makanan siap saji, air minum, hingga kebutuhan esensial lainnya,

  • Semua bantuan didrop secara bertahap ke titik-titik warga berkumpul.

“Yang penting bantuan sampai dulu. Rasa lega warga saat bantuan tiba membuat kami semakin bersemangat,” tambah Budianto.

Polri Pastikan Akses Udara Jadi Garis Hidup Terakhir

Kabid TIK Polda Sumut Kombes Pol M Adenan yang ikut meninjau lokasi memastikan penyaluran bantuan menjadi prioritas mutlak.

“Kami tidak ingin warga menunggu terlalu lama. Utamanya anak-anak, orang tua, dan ibu-ibu yang sangat membutuhkan,” katanya.

Helikopter milik Direktorat Polairud kini menjadi penghubung terakhir Desa Rampa dengan dunia luar. Setiap misi membawa risiko, namun terus dilakukan demi memastikan bantuan sampai ke tangan yang membutuhkan.

“Dalam setiap penerbangan, logistik diturunkan satu per satu kepada warga. Kami pastikan aman dan tepat sasaran,” tegas Adenan.

Posting Komentar

0 Komentar