Jakarta — Sosok bernama Joko Widodo kembali mencuri perhatian publik. Namun kali ini bukan Presiden RI ke-7, melainkan Joko Widodo alias Jecko, ilmuwan jebolan Universitas Gadjah Mada (UGM) dan doktor lulusan Chiba University, Jepang, yang dipercaya memimpin Gugus Tugas Penanggulangan Bencana BRIN untuk banjir dan longsor di Sumatra.
Penunjukan Jecko sebagai Ketua Satgas Bencana BRIN menandai langkah serius lembaga riset nasional itu dalam memperkuat dukungan ilmiah dan teknologi di tengah meningkatnya bencana hidrometeorologi.
“BRIN hadir dengan pendekatan ilmiah. Kami memastikan seluruh kemampuan riset, teknologi, dan SDM dapat digunakan secara optimal untuk membantu masyarakat,” tegas Jecko, yang juga menjabat sebagai Peneliti Ahli Madya di Pusat Riset Geoinformatika BRIN, dikutip dari Antara, Senin (1/12/2025).
Meski namanya sering disangka menyamai Presiden, Jecko memiliki reputasi keilmuan yang tak kalah mentereng.
Berbekal gelar Ph.D. di bidang Synthetic Aperture Radar dari Chiba University, magister Ilmu Lingkungan dari UI, dan sarjana Geografi UGM, Jecko menjadi salah satu otak teknologi pemetaan dan kebencanaan di Indonesia. Keahliannya meliputi:
1. Synthetic Aperture Radar (SAR)
2. Interferometrik Radar Apertur Sintetis
3. Geografi & Lingkungan
4. Penilaian Dampak Lingkungan
5. Geoinformatika tingkat lanjut
Dengan kapasitas tersebut, BRIN menugaskan Jecko memimpin langkah cepat analisis, pemetaan daerah terdampak, serta prediksi risiko lanjutan di wilayah bencana.
Di luar tugas kebencanaannya, Jecko tengah memimpin pengembangan Geomimo, platform teknologi geoinformatika multi-input multi-output yang menjadi proyek unggulan PRGI BRIN.
Sebagai Ketua Kelompok Riset Geovisualisasi dan Infrastruktur, Jecko mengarahkan penelitian yang akan menghasilkan sistem terpadu berbasis:
1. Data satelit
2. Data statistik
3. Crowdsourcing masyarakat
4. Informasi geospasial tematik
Geomimo tengah dikembangkan untuk prototipe pada sektor ketahanan pangan, zona penangkapan ikan (fishing ground), lingkungan dan kebencanaan, serta carbon counting untuk perdagangan karbon. “Geomimo menyatukan berbagai informasi menjadi satu platform teknologi untuk menjawab tantangan pembangunan,” jelas Jecko.
Penunjukan Jecko sebagai Ketua Satgas Bencana BRIN mempertegas dorongan lembaga tersebut untuk menjadikan riset dan teknologi sebagai tulang punggung mitigasi bencana nasional. Melalui pendekatan saintifik dan data geospasial, BRIN menargetkan percepatan pemulihan di Sumatra dapat dilakukan dengan lebih terukur dan tepat sasaran.
Dengan sosok Jecko yang memiliki rekam jejak kuat di dunia riset radar, geografi, dan lingkungan, langkah BRIN dinilai menjadi momentum penting transformasi penanganan bencana Indonesia menuju era berbasis teknologi tinggi.

0 Komentar