Jakarta — Atlet triathlon Indonesia Rashif Amila Yaqin kembali membuktikan mental juara di level internasional. Bertanding di Leam Mae Phim, Klaeng, Rayong, Thailand, Jumat (19/12/2025) pagi, Rashif sukses mempersembahkan emas ke-82 bagi Indonesia pada nomor individual putra, sekaligus mengibarkan Merah Putih di puncak podium.
Menariknya, kemenangan Rashif diraih di tengah tekanan dan penalti 10 detik yang sempat diterimanya. Namun pengalaman berlaga di ajang Piala Dunia Triathlon membuat Rashif tetap tenang dan mampu mengunci kemenangan dalam lomba yang menggabungkan lari, renang, dan menembak tersebut.
Begitu garis finis dilewati, lagu Indonesia Raya pun berkumandang, menegaskan dominasi atlet Merah Putih di cabang triathlon.
Tak Sendirian, Emas Ganda dari Pantai Laem Mae Phim
Tak berselang lama sebelum Rashif naik podium, Martina Ayu Pratiwi lebih dulu menyumbang emas di nomor individual putri, membuat pantai Laem Mae Phim berubah menjadi “lahan emas” bagi Indonesia.
Rashif sendiri tampil luar biasa sepanjang kejuaraan. Sebelumnya, ia telah mempersembahkan:
🥇 Emas nomor mixed aquathlon team relay
🥇 Emas nomor men’s aquathlon team relay
🥈 Perak nomor mixed triathlon team relay
🥉 Perunggu nomor men’s triathlon team relay
Catatan ini menegaskan Rashif sebagai salah satu atlet paling produktif dalam kontingen Indonesia.
Indonesia Lampaui Target, Persaingan Makin Panas
Dengan tambahan dua emas dari Rashif dan Martina, Indonesia kini mengoleksi 82 emas, 93 perak, dan 103 perunggu, resmi melampaui target 80 emas yang dicanangkan sejak awal.
Meski demikian, persaingan papan atas masih berlangsung sengit. Indonesia terus bersaing ketat dengan Vietnam dalam perebutan posisi runner-up, sementara Thailand selaku tuan rumah hanya membutuhkan tiga emas lagi untuk menembus angka fantastis 200 emas.
Triathlon Jadi Senjata Rahasia Merah Putih
Prestasi Rashif Amila Yaqin dan Martina Ayu Pratiwi menjadi sinyal kuat bahwa triathlon Indonesia sedang berada di jalur emas. Bukan hanya soal medali, tetapi tentang konsistensi, mental juara, dan kesiapan bersaing di level dunia.
Di bawah terik matahari Thailand, Rashif membuktikan satu hal: penalti boleh datang, tapi emas tetap pulang ke Indonesia.

0 Komentar