Rumah Warga Hampir Tertimbun Sampah: Warga Serpong Desak TPA Cipeucang Ditutup Total


Serpong, Tangsel - Kondisi darurat terjadi di wilayah Serpong, Tangerang Selatan. Warga RT 006 RW 004 Kampung Curug dan Desa Kademangan mendesak Pemerintah Kota Tangerang Selatan menutup total TPA Cipeucang, setelah gunungan sampah di lokasi tersebut nyaris menimbun rumah warga dan menyebabkan pencemaran lingkungan yang semakin parah.

Menurut Sekretaris RT 006 RW 004, Ahidin, kapasitas TPA Cipeucang telah jauh melampaui batas. Sampah bukan hanya menumpuk di area resmi TPA, tetapi sudah masuk ke tanah milik warga hingga menyentuh dinding rumah. Rumah milik seorang warga bernama Agus (50) menjadi contoh paling ekstrem—nyaris tertutup timbunan sampah dari segala sisi.

Di sini tempatnya sudah bau. Setiap kalau hujan, banjir terus, airnya tercampur lindi dari sampah,” ujar Ahidin.

Kondisi Lingkungan Mengkhawatirkan

Sampah yang menggunung menyebabkan aliran kali tersumbat dan meluap ke permukiman sekitar. Air banjir yang tercampur air lindi mencemari sumber air bersih warga. Longsoran sampah juga kerap terjadi karena tumpukan yang tidak stabil.

Menurut warga, penanganan sampah selama ini tidak efektif. Sampah hanya dikeruk dan dipindahkan ke bagian atas TPA, bukan dipindahkan ke lokasi lain, sehingga volume tumpukan terus naik dan berdampak langsung ke rumah warga.

Sampah itu cuma dikeruk, nggak pernah diangkut. Kalau warga sudah komplain, baru dikeruk.” kata Ahidin.

Akses Air Tercemar, Warga Terpaksa Beli Air Selama Empat Tahun

Agus, warga yang rumahnya hampir tertimbun sampah, sudah empat tahun kehilangan akses air bersih. Sumurnya tercemar air lindi dan tidak dapat digunakan. Untuk kebutuhan mandi, cuci, kakus (MCK), hingga air minum, Agus harus membeli air isi ulang setiap hari.

Ini samping, belakang, depan sudah kena semua… hampir tertimbun. Sumur juga sudah tercemar, saya sering sesak napas karena bau sampah.” tutur Agus.

Baru lima bulan terakhir ia mendapatkan bantuan air bersih dari Dinas Lingkungan Hidup Tangerang Selatan.

Tuntutan Warga: TPA Ditutup Sampai Akar Masalah Selesai

Warga telah melakukan aksi protes di depan kantor UPTD Cipeucang. Mereka menyampaikan sejumlah tuntutan tegas:

  1. Penutupan TPA Cipeucang per 8 Desember 2025.

  2. Normalisasi aliran kali agar tidak lagi tersumbat sampah.

  3. Perapihan sampah di area rumah terdampak.

  4. Alat berat standby 24 jam untuk perbaikan saluran.

  5. Penanganan lindi dan bau sampah secara serius.

  6. Kompensasi layak atas dampak kesehatan dan rusaknya lingkungan.

Hingga kini, warga hanya menerima kompensasi Rp 250.000 per KK per tahun—jumlah yang dianggap jauh dari cukup untuk menutupi kerugian besar yang mereka alami.

Warga berharap Pemerintah Kota Tangerang Selatan segera mengambil keputusan tegas sebelum dampak lingkungan, kesehatan, dan keselamatan semakin parah.

Posting Komentar

0 Komentar