Dikritik Pandji, Dedi Tantang Publik Nilai Lapangan


Jakarta — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan respons tak terduga atas kritik tajam komika Pandji Pragiwaksono yang menyebut masyarakat Jawa Barat cenderung memilih pemimpin populer ketimbang rekam jejak kinerja.

Alih-alih tersinggung, Dedi justru mengapresiasi kritik tersebut dan menyebut Pandji sebagai sosok yang konsisten melakukan otokritik publik melalui satire politik. Respons itu disampaikan Dedi lewat unggahan video di akun Instagram pribadinya.

“Saya ini disebut gubernur YouTuber. Ya sudah, saya nggak perlu memuji diri sendiri. Begini saja, Pandji datang ke Jawa Barat, keliling, lihat jalan-jalan provinsi, lihat langsung di lapangan. Saya ini gubernur konten atau gubernur kenyataan, mari kita buktikan bersama,” ujar Dedi, Minggu (4/1/2026).

Dedi menegaskan bahwa kritik merupakan bagian penting dalam demokrasi. Ia menilai koreksi publik, terlebih yang disampaikan secara terbuka dan jenaka, justru memperkaya ruang diskusi dan mendorong pemimpin untuk terus berbenah.

“Teruslah berkarya dan melakukan otokritik terbuka. Ini negara demokrasi, setiap orang berhak menyampaikan pikiran dan gagasan,” tambahnya.

Kritik Pandji tersebut muncul dalam komedi spesial Mens Rea yang tayang di Netflix. Dalam pertunjukan itu, Pandji menyinggung kecenderungan pemilih Jawa Barat yang dinilainya gemar memilih figur populer, mulai dari Deddy Mizwar, Dede Yusuf, hingga Dedi Mulyadi yang ia sebut sebagai “artis YouTube”.

Respons terbuka Dedi Mulyadi ini menuai perhatian publik karena dinilai jarang terjadi: seorang kepala daerah tidak hanya menerima kritik keras, tetapi juga mengajak pengkritiknya turun langsung menilai hasil kerja di lapangan.

Posting Komentar

0 Komentar