Pramono Ancam Copot Sopir JakLingko Ugal-Ugalan


Jakarta — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan tidak akan mentoleransi perilaku sopir JakLingko yang bertindak sembrono dan melanggar aturan di jalan raya. Ia memastikan, pengemudi yang tetap berulah setelah mendapat pembinaan dan pelatihan akan langsung dicopot dari tugasnya.

Pernyataan keras itu disampaikan Pramono menyusul berbagai laporan pelanggaran sopir JakLingko, mulai dari berkendara ugal-ugalan hingga bersikap tidak pantas kepada penumpang. Ia menegaskan JakLingko adalah layanan publik, bukan ruang bebas bagi pengemudi untuk bertindak semaunya.

“Untuk sopir JakLingko yang ugal-ugalan, sudah saya minta ditertibkan dan dilakukan pelatihan. Kalau masih melakukan hal yang sama, sudah diganti saja,” ujar Pramono saat ditemui di Jakarta Utara, November lalu.

Pramono menilai, sikap sembrono pengemudi justru merugikan masyarakat yang seharusnya dilayani dengan aman dan nyaman. Ia mengingatkan masih banyak warga Jakarta yang membutuhkan pekerjaan, sehingga tidak ada alasan bagi sopir JakLingko untuk bekerja asal-asalan.

“Yang cari kerja di Jakarta banyak. Jangan sampai JakLingko yang tarifnya gratis ini seolah jadi milik pribadi, kerjanya suka-suka,” tegasnya.

Selain perilaku berkendara, Pramono juga meminta Dinas Perhubungan menertibkan sopir yang membawa keluarga saat bertugas. Menurutnya, praktik tersebut melanggar ketentuan dan berpotensi membahayakan keselamatan penumpang.

Sikap tegas Pemprov DKI ini sejalan dengan langkah TransJakarta yang baru-baru ini memecat sopir JakLingko di Jakarta Timur usai terbukti menghina penumpang dengan sebutan tidak pantas. TransJakarta memastikan akan terus menindak tegas setiap pelanggaran yang merugikan penumpang dan mencederai layanan transportasi publik.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan komitmennya menjadikan JakLingko sebagai transportasi publik yang aman, beretika, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas.

Posting Komentar

0 Komentar