Jakarta — Polemik tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo kembali memanas dan kini menyeret nama Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). SBY disebut tengah mempertimbangkan langkah hukum menyusul fitnah yang mengaitkan dirinya dengan isu tersebut.
Sejak Juli 2025, narasi liar yang menyebut Partai Demokrat sebagai pihak di balik tudingan ijazah palsu Jokowi terus beredar di ruang publik. Tuduhan tersebut dinilai tidak berdasar dan berpotensi merusak reputasi pribadi maupun institusi politik.
Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), dengan tegas membantah keterlibatan Demokrat maupun SBY dalam polemik tersebut. Ia menyebut tudingan itu sebagai fitnah keji dan bentuk pembunuhan karakter yang berbahaya bagi demokrasi.
“Menuding Partai Demokrat sebagai dalang isu ini adalah fitnah tidak berdasar dan menyesatkan publik. Kami menolak keras politisasi kebohongan demi kepentingan sempit,” ujar Ibas.
Ibas juga menegaskan bahwa Roy Suryo, yang kerap melontarkan keraguan terhadap keaslian ijazah Jokowi, bukan lagi kader Partai Demokrat sejak 2019. Pernyataan Roy disebut murni sikap pribadi dan tidak mewakili pandangan partai.
Lebih jauh, Ibas menilai upaya mengaitkan Demokrat dan SBY dengan isu ijazah palsu merupakan manuver politik kotor yang dapat memecah belah bangsa dan mencederai nilai-nilai demokrasi.
Isu ini dinilai telah melampaui batas kritik wajar dan berubah menjadi serangan personal berbasis disinformasi. Langkah hukum disebut menjadi opsi serius untuk menghentikan penyebaran fitnah yang terus berulang di ruang publik.

0 Komentar