Keberanian Berujung Teror, Aktivis Kritisi Penambangan Ilegal Jadi Sasaran Air Keras


MUHAMMAD Rosidi, aktivis lingkungan asal Bangka Selatan, Provinsi Bangka Belitung, menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal (OTK). Serangan brutal tersebut terjadi pada 17 Februari 2026 di wilayah Toboali dan menyebabkan luka bakar pada kaki, tangan, serta selangkangan.

“Saya disiram air keras oleh OTK tanggal 17 Februari 2026 di wilayah Toboali,” kata Rosidi kepada Tempo, Rabu, 1 April 2026.

Mengutip laporan Tempo.co, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 22.30 WIB di depan Apotek K24, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Teladan, Kecamatan Toboali. Saat itu, Rosidi tengah berada di dalam mobil untuk menyusul temannya. Dua orang pelaku yang berboncengan menggunakan sepeda motor matic tiba-tiba melempar cairan yang diduga bahan kimia ke arah kendaraan korban.

Kondisi jendela mobil yang sedang rusak membuat cairan tersebut langsung mengenai tubuh Rosidi. “Mobil saya jendelanya rusak, jadi gak bisa nutup,” ujarnya.

Rosidi menduga kuat serangan ini berkaitan dengan sikap kritisnya terhadap praktik penambangan ilegal dan dugaan penyelundupan sumber daya alam di Bangka Belitung. Ia selama ini vokal menyoroti ketimpangan yang terjadi di daerah kaya sumber daya tersebut.

“Karena saya kritisi negeri kami kaya raya, rakyatnya biasa saja, yang kaya mafia dan oknum,” tegasnya.

Kasus ini menambah daftar panjang ancaman terhadap aktivis lingkungan di Indonesia. Publik kini mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas pelaku dan mengungkap dalang di balik aksi teror tersebut, demi menjamin keselamatan para pejuang lingkungan yang bersuara kritis.

Posting Komentar

0 Komentar