Suara Sejarah Dibungkam? Novie Bule Teriak: Hentikan Kriminalisasi Kebenaran!


 Jakarta, Gerpol.id — Pegiat media sosial Noviana, yang dikenal dengan nama Novie Bule, lantang bersuara menanggapi pelaporan terhadap politisi PDI Perjuangan Ribka Tjiptaning atas pernyataannya yang menyebut “Soeharto pembunuh jutaan rakyat.” Menurut Novie, pernyataan Ribka bukanlah fitnah, melainkan cerminan fakta sejarah yang memiliki dasar hukum, legitimasi akademik, dan data resmi negara.

“Pernyataan itu bukan ujaran kebencian. Itu suara sejarah. Fakta yang telah tercatat dalam laporan resmi Tim Pencari Fakta Komnas HAM. Berdasarkan temuan lembaga negara tersebut, pihak yang disebut paling bertanggung jawab atas berbagai pelanggaran HAM berat di masa itu adalah Kopkamtib, lembaga yang berada langsung di bawah komando Presiden Soeharto,” ujar Novie, dikutip dari gesuri.id, Kamis (13/11/2025).

Novie menilai pelaporan terhadap Ribka justru memperlihatkan bagaimana ingatan sejarah sedang dibungkam oleh kekuatan politik yang ingin menghapus jejak masa lalu. Ia menuding ada upaya sistematis untuk “mencuci ulang” memori publik mengenai tragedi pelanggaran HAM di era Orde Baru.

“Jika Ribka dilaporkan karena dianggap tidak punya dasar hukum, lalu bagaimana dengan pernyataan tokoh lain yang membela Soeharto tanpa dasar yuridis? Misalnya, Menteri Kebudayaan Fadli Zon yang mengatakan bahwa tuduhan korupsi dan pelanggaran HAM terhadap Soeharto tidak terbukti secara hukum — itu juga klaim sepihak!” tegas Novie.

Ia menambahkan, hingga kini tidak pernah ada putusan pengadilan, pengakuan resmi negara, atau hasil penyelidikan independen yang menyatakan Soeharto tidak bersalah dalam kasus korupsi maupun pelanggaran HAM berat, termasuk tragedi 1965.
“Jadi siapa sebenarnya yang sedang memutarbalikkan fakta? Mereka yang mengingatkan sejarah, atau mereka yang menutupinya?” sindirnya tajam.

Lebih jauh, Novie mendesak pemerintah agar tidak terus menutup mata terhadap masa lalu kelam bangsa. Ia menuntut agar negara membuka seluruh arsip pelanggaran HAM, mengungkap kebenaran, dan menegakkan keadilan tanpa pandang bulu.

“Kalau negara serius menegakkan HAM, buka semua dokumen! Bongkar arsip sejarah! Jangan hanya menindak mereka yang bersuara, tapi diam terhadap yang memanipulasi sejarah demi kepentingan politik,” serunya.

Novie menilai pelaporan terhadap tokoh seperti Ribka Tjiptaning adalah bentuk kriminalisasi terhadap suara sejarah dan nurani bangsa.“Saya menuntut: hentikan kriminalisasi terhadap suara sejarah! Jangan biarkan kebenaran diredam oleh kekuatan politik. Suara Ribka adalah gema nurani bangsa yang menolak lupa!” pungkasnya dengan nada tegas.

Posting Komentar

0 Komentar