Arus Muda Relawan Perjuangan Demokrasi (REPDEM) Turut Berduka atas Wafatnya Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran



Arus Muda Relawan Perjuangan Demokrasi (REPDEM), sayap kepemudaan PDI Perjuangan, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran. Arus Muda REPDEM hadir langsung menyampaikan duka di depan halaman Kedutaan Besar Iran.

Kepergian Pemimpin Tertinggi Iran tersebut, menjadi momentum refleksi bagi generasi muda Indonesia untuk meneguhkan kembali komitmen pada Dasasila Bandung: menolak segala bentuk kolonialisme dan imperialisme (nekolim), menjunjung tinggi kedaulatan bangsa, serta memperjuangkan perdamaian dunia.

"Bagi kami, wafatnya seorang pemimpin bangsa bukan sekadar kehilangan bagi rakyat Iran, tetapi juga pengingat bahwa setiap negara berhak menentukan jalannya sendiri tanpa intervensi kekuatan asing. Semangat kedaulatan dan perlawanan terhadap dominasi global adalah nilai yang harus terus hidup di dada kaum muda Indonesia." Ujar Romy Jiwaperwira selaku Koordinator Arus Muda Repdem.

"Kami menolak segala bentuk nekolim dan imperialisme serta berdiri tegak di atas Dasasila Bandung. Wafatnya Ayatollah Khamenei adalah pengingat bahwa kedaulatan bangsa harus dijaga tanpa kompromi. Kami mendesak pemerintah agar tidak sekadar hadir di meja Board of Peace, tetapi berani bersuara lantang demi perdamaian yang nyata. Indonesia harus kembali menjadi mercusuar moral dunia, bukan sekadar penggembira diplomasi." ujarnya.

Sebelumnya, serangan rudal Amerika dan Israel telah meluluh lantahkan titik-titik penting di Iran yang mengakibatkan Pemimpin Tertinggi Iran tersebut wafat dalam perjuangan.

"Arus Muda REPDEM berdiri di garis depan perjuangan anti‑nekolim. Kami percaya bahwa generasi muda Indonesia memiliki tanggung jawab historis untuk menjaga kedaulatan bangsa dan memperjuangkan perdamaian dunia. Kehilangan Ayatollah Khamenei menjadi pengingat bahwa kepemimpinan sejati adalah keberanian melawan dominasi asing. Kami menyerukan agar pemerintah Indonesia tidak hanya berdiam diri, tetapi tampil sebagai kekuatan moral yang berani menolak ketidakadilan global." imbuh Banu Lesmana Bagaskara, selaku Koordinator Nasional Arus Muda REPDEM.

Sikap dan tindakan Arus Muda Repdem di tengah duka cita atas wafatnya Ayatollah Khamenei menjadi pengingat bahwa perjuangan melawan ketidakadilan global adalah tugas lintas generasi.



Posting Komentar

0 Komentar