![]() |
| Presiden Prabowo Subianto (Foto: YouTube Setpres) |
Presiden Prabowo Subianto kembali menanggapi isu keracunan yang terjadi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam kunjungannya ke SMPN 4 Kota Bekasi, Jawa Barat, Prabowo menyampaikan bahwa kasus semacam itu bisa terjadi di mana saja, termasuk saat makan di rumah sendiri. Komentar tersebut sontak memicu sorotan publik karena dianggap meremehkan persoalan yang tengah disorot masyarakat.
“Dari sekian juta ada
kekurangan, ada yang mereka bilang keracunan, ya namanya sakit perut biasa
sebetulnya. Makan di warung sering. Saya makan di rumah aja sering salah makan,
kadang-kadang kurang cuci tangan,” ujar Prabowo, dikutip dari detik.com, Senin
(17/11/2025).
Meski begitu, Prabowo
menegaskan bahwa pemerintah tidak menyepelekan temuan kasus keracunan dalam
program MBG. Ia berjanji bahwa negara akan mengambil alih tanggung jawab dan
memperbaiki seluruh kekurangan yang ada. Menurutnya, peningkatan standar kebersihan
dan pengawasan kini menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan program makan
gratis tersebut.
“Tapi kita ambil alih tanggung
jawab. Tidak boleh ada sedikit pun penyimpangan. Karena itu sekarang persiapan
lebih ketat, pemantauan lebih keras. Semua prosedur yang perlu diambil harus
diambil. Alat pembersih ompreng, alat filtrasi air, dan sebagainya,” tegas
Prabowo.
Presiden juga menanggapi
kritik yang muncul terhadap MBG. Baginya, penolakan dari sebagian pihak
merupakan sesuatu yang wajar. Namun, ia tetap yakin bahwa mayoritas masyarakat
merasakan manfaat nyata dari program tersebut.
“Tapi apa pun, ternyata rakyat
merasakan manfaatnya. Kalaupun ada beberapa orang yang tidak setuju, itu wajar.
Tetapi secara garis besar, sebagian besar setuju dan merasakan manfaatnya,”
lanjutnya.
Prabowo kemudian menggambarkan
dampak positif yang ia yakini akan terjadi dalam jangka panjang bagi para
pelajar penerima program. Menurutnya, asupan nutrisi dari MBG dapat
meningkatkan tumbuh kembang hingga kecerdasan siswa.
“Tanya guru-guru, tanya
anak-anak itu, merasa manfaat atau tidak dapat makanan sekali makan di sekolah.
Saya hakul yakin mereka merasakan manfaatnya. Mereka akan jadi lebih kuat,
makan protein, jadi lebih tinggi, ototnya lebih baik, tulangnya lebih kuat, sel
otaknya lebih cerdas,” pungkas Prabowo.
Program MBG hingga kini terus
diperbaiki secara bertahap, terutama setelah laporan keracunan muncul di
sejumlah daerah. Pemerintah memastikan evaluasi menyeluruh akan dilakukan agar
kejadian serupa tidak kembali terulang.

0 Komentar